31-AUGUST 2026 | VOL. 104

Berintegritas dan Bertanggung-jawab

Sering kali ketika kita mendengar kata “excellent”, kita langsung berpikir tentang prestasi besar, hasil yang sempurna, atau menjadi yang terbaik.

Akibatnya, sebagian orang merasa tertekan dan membandingkan dirinya dengan orang lain,

  • Saya tidak sehebat orang lain

  • Saya bukan orang yang berprestasi

Tetapi sebenarnya, excellent bukan tentang seberapa besar hasil yang kita capai. Excellent berbicara tentang  identitas, “siapa kita ketika mengerjakannya.”

Excellent artinya saya akan melakukan bagian saya dengan sungguh-sungguh karena saya tahu siapa yang mempercayakannya kepada saya. Karena itu, excellent sangat erat hubungannya dengan integritas dan tanggung jawab.

# Excellent dimulai dari Integritas

Integritas berarti melakukan yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Kita bisa menghasilkan sesuatu yang terlihat excellent dari luar, tetapi kalau prosesnya tidak benar, itu bukan excellence yang Tuhan kehendaki. Seseorang mungkin mendapatkan nilai tinggi karena menyontek, mungkin terlihat berhasil karena berbohong, mungkin mendapatkan posisi dengan memanipulasi orang lain.

Secara hasil mungkin terlihat impressive, tetapi di hadapan Tuhan, cara kita mendapatkan hasil tersebut tidak sesuai dengan kebenaran. 

Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Integritas berarti kita

  • Tetap jujur ketika tidak ada yang mengawasi.

  • Tetap memberikan yang terbaik ketika tidak ada yang memuji.

  • Tetap melakukan yang benar ketika mengambil jalan pintas sebenarnya lebih mudah.

“Excellent begins when character becomes more important than appearance.”

# Excellent Membutuhkan Tanggung Jawab

Tanggung jawab bukan sekadar “melakukan tugas”

Dalam perspektif Alkitab, kita adalah steward (penatalayan), bukan pemilik mutlak.

Psalm 24:1 berkata: “TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.” Artinya, segala sesuatu yang ada dalam hidup kita pada akhirnya berasal dari Tuhan dan dipercayakan kepada kita untuk dikelola.

Tuhan mempercayakan kepada kita pekerjaan, keluarga, pelayanan, bisnis, pendidikan, talenta, waktu, kesempatan, atau sebuah posisi. 

Respons orang yang tidak bertanggung jawab adalah: “Yang penting sudah selesai.” Tetapi respons orang yang memiliki responsibility adalah:  “Ini dipercayakan kepada saya. Bagaimana saya bisa mengerjakannya sebaik mungkin?”

Excellent artinya “I take responsibility”,  bukan mencari alasan, bukan menyalahkan orang lain, bukan menunggu terus-menerus diingatkan, bukan hanya bekerja ketika diawasi.

Tetapi memiliki kesadaranIni tanggung jawab saya, saya akan mengerjakannya dengan sebaik mungkin.

Excellent bukan selalu tentang menjadi yang terbesar, tetapi tetap setia dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita. Sebab pada akhirnya, yang kita kejar bukanlah applause manusia, melainkan perkenanan Tuhan. “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.”Matius 25:21

Tuhan Yesus memberkati.


24-AUGUST 2026 | VOL. 103

Bekerja Dengan Hati

Tuhan menciptakan kita bukan hanya untuk hidup, tetapi juga untuk bergerak dan menjalani kehidupan yang penuh tujuan dan makna. Banyak anak Tuhan lupa bahwa Tuhan memanggil kita untuk menggenapi tujuan-Nya. Ia ingin kita meninggalkan jejak selama kita hidup di dunia.

Salah satu cara kita meninggalkan jejak di dunia adalah melalui pekerjaan kita. Pekerjaan bukanlah sekadar sarana untuk mencari nafkah, tetapi juga merupakan panggilan Tuhan bagi kita. Pekerjaan bukanlah kutuk, melainkan sebuah mimbar yang Tuhan percayakan agar nama-Nya dipermuliakan melalui hidup kita. Sangatlah sulit untuk bekerja dengan hati jika kita tidak mengerti bahwa pekerjaan kita memiliki makna di mata Tuhan.

Bagaimana Caranya Bekerja dengan Hati?

1. Bekerja untuk Tuhan, dan bukan untuk manusia.

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagi kamu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.” Kolose 3:23–24

Pemimpin kita yang sesungguhnya bukanlah atasan kita di dunia. Ketika kita menyadari bahwa pemimpin kita adalah Kristus, apa pun yang kita lakukan dalam pekerjaan kita akan memiliki makna. Kita tidak akan melakukannya dengan bermalas-malasan karena kita tahu bahwa pekerjaan adalah sebuah kepercayaan dan panggilan dari Tuhan. Suatu saat nanti, ketika kita kembali ke rumah Bapa, kita harus dapat mempertanggungjawabkan setiap pekerjaan yang kita lakukan di hadapan-Nya.

2. Bekerja dengan hormat dan tulus hati, melakukan kehendak Allah.

“Dan janganlah hamba-hamba itu taat hanya di hadapan matanya saja untuk menyenangkan hati orang, melainkan sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. Dan perbuatlah pelayananmu dengan segenap jiwa seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Efesus 6:6–7

Banyak orang taat dan menunjukkan rasa hormat hanya ketika atasannya ada. Namun, sebagai hamba Kristus, kita semestinya melakukan pekerjaan dengan segenap hati dan melakukan kehendak Allah, bukan hanya karena kita sedang dilihat oleh atasan kita di dunia. Saat tidak ada seorang pun yang melihat, Tuhan tetap ingin kita bekerja dengan hormat dan tulus hati—bukan karena paksaan, melainkan karena karakter kita telah diubahkan dan kita memiliki hati yang berintegritas.

3. Melakukan yang terbaik agar nama Tuhan dipermuliakan.

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Matius 5:16

Ini adalah inti dari seluruh etos kerja Kristen. Ibadah yang nyata terlihat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya di dalam gedung gereja.

Daniel adalah contoh nyata dari tokoh Alkitab yang melakukan yang terbaik agar nama Tuhan dipermuliakan. Alkitab mencatat bahwa Daniel memiliki excellent spirit dalam pekerjaannya, sehingga para musuhnya tidak menemukan satu pun kesalahan atau kelalaian padanya.

Bagaimana Cara Mempraktikkannya?

Ubah Cara Pandang Kita. Lihatlah meja kerja, pabrik, toko, atau ruang kelas kita sebagai mimbar pelayanan, tempat kita menyembah Tuhan melalui hasil karya kita.

Jaga Integritas. Jangan ikut-ikutan melakukan korupsi waktu, bergosip, atau berbuat curang, bahkan ketika semua orang di sekitar kita melakukannya.

Tetap Rendah Hati. Saat kita meraih kesuksesan atau prestasi, kembalikan segala pujian kepada Tuhan. Kita harus ingat bahwa semua itu terjadi karena kemurahan dan hikmat dari-Nya.

Sebab, di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, dan kita ada. Penebusan Kristus membuat setiap pekerjaan kita menjadi berarti bagi Kerajaan-Nya. Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil bila dilakukan bagi Tuhan.

Dengan demikian, setiap jam kerja kita adalah ibadah. Dan setiap ibadah kita adalah wujud kasih kepada Allah yang telah menebus kita.

Tuhan Yesus memberkati!


17-AUGUST 2026 | VOL. 102

Memberkati Kota Dan Bangsa

Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu."  Yeremia 29:7

Shalom Bapak, Ibu, kekasih hati Tuhan! Salam damai sejahtera. Kiranya kasih Kristus tinggal dalam hati kita. Amin. Pentingnya kita berdoa untuk kota dimana kita tinggal dan bangsa-bangsa secara global.

Dalam Yeremia 29:7, umat Tuhan diperintahkan untuk mengusahakan kesejahteraan kota tempat mereka berada, karena kesejahteraan kota adalah kesejahteraan mereka juga. Tugas kitalah untuk menjadi dampak continuously, mendoakan kota dan bangsa. Especially untuk ibu-ibu, kita inilah tiang dan pilar doa. Bila kita bersatu dalam doa, I believe we could shake the heaven's doors.

Kita juga perlu mengusahakan kesejahteraan dan menjadi saluran kasih Tuhan bagi lingkungan tempat kita tinggal agar damai sejahtera Allah nyata tinggal di dalam kita.

Satu kesaksian sebelum EL Bethel BIC Indianapolis berdiri. Di lingkungan kami ini banyak sekali terjadi tragedy, salah satunya pohon jatuh menimpa mobil dan pengendara mobi tersebut meninggal di tempat. Bukan itu saja, disaat Pandemi, salah satu rumah di komplex seorang istri meninggal, lalu the next door suami dan Ibunyapun meninggal. Berikut nya lagi, suaminya meninggal. Seperti mata rantai kutuk, one after another.  

But Praise be to God almighty, semenjak kami tinggal di Indianapolis ini kami adakan doa keliling. Kami perkatakan berkat, berdoa for every chains breaking. Kami terus berdoa, beribadah dengan menarik hadirat Tuhan dan percaya sesuatu pasti terjadi. Haleluyah! Dalam rapat terakhir kepolisian setempat, mereka melaporkan bahwa tidak ada tragedi atau kejahatan yang terjadi selama lima tahun terakhir. Puji bagi Nama Tuhan! Allah turut bekerja di dalam segala hal. Bukan kuat gagah kami tetapi karena pertolongan Tuhan kita. Roh Kudus turun.

Begitu juga dengan bangsa-bangsa. Kita perlu mendoakan dengan menopang Pemimpin-pemimpin bangsa agar mereka memiliki Roh yang takut akan Tuhan dan memimpin dengan kebenaran Firman Tuhan.

Hari ini kita merayakan Kemerdekaan Indonesia. Saya berdoa kiranya kita terus terpanggil untuk mendoakaan Indonesia dan menjadi ambassador-ambassadornya Tuhan bagi bangsa dimanapun kita berada. Tuhan menjadikan kita terang dan Ia bawa kita terus berjalan bersamaNya. HadiratNya-lah yang membawa berkat kemanapun kaki kita melangkah dan dimanapun kita di tempatkan.

Selamat hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia! Selamat memberkati kota dan bangsa Indonesia, America, dan dimana saja Tuhan tempatkan kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. 

Que Dios los bendiga


10-AUGUST 2026 | VOL. 101

Mengobati Penyakit Masyarakat

Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” 2 Tawarikh 7:14

Shalom Ibu-ibu terkasih dalam Tuhan Yesus,

Ketika kita melihat keadaan dunia saat ini, begitu banyak hal yang dapat membuat kita prihatin. Kekerasan, kebencian, perpecahan, ketidakjujuran, rusaknya hubungan keluarga, hilangnya kasih terhadap sesama, dan semakin banyak orang yang menjauh dari nilai-nilai kebenaran. Kita sering bertanya, “Apa yang salah dengan masyarakat kita?”

Namun menariknya, dalam 2 Tawarikh 7:14, ketika Tuhan berbicara mengenai pemulihan sebuah negeri, Tuhan terlebih dahulu berbicara kepada umat-Nya. “Dan umat-Ku... merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat...” Tuhan tidak berkata, “Tunggu sampai semua orang berubah.” Tuhan berkata, “Umat-Ku...” Artinya, pemulihan dapat dimulai dari kita :

1. Merendahkan Diri. Langkah pertama adalah memiliki kerendahan hati untuk berkata, “Tuhan, mungkin ada sesuatu dalam diriku yang juga perlu Engkau ubah.” Sering kali lebih mudah melihat kesalahan orang lain daripada melihat keadaan hati sendiri. Kita ingin pasangan berubah, anak berubah, gereja berubah, masyarakat berubah, tetapi Tuhan mungkin sedang berkata, “Biarkan Aku mulai dari hatimu.” Kerendahan hati membuat kita berhenti menunjuk keluar dan mulai melihat ke dalam.

2. Berdoa dan Mencari Wajah Tuhan. Firman Tuhan kemudian berkata, “berdoa dan mencari wajah-Ku.” Ada perbedaan antara mencari tangan Tuhan dan mencari wajah Tuhan. Kita mencari tangan-Nya ketika kita hanya menginginkan pertolongan dan berkat-Nya. Tetapi kita mencari wajah-Nya ketika kita menginginkan Tuhan sendiri. Di tengah dunia yang semakin bising, kita membutuhkan lebih banyak waktu bersama Tuhan, lebih banyak doa, lebih banyak Firman, dan lebih banyak kepekaan terhadap suara-Nya. Sebelum kita berusaha mengubah dunia di sekitar kita, izinkan Tuhan terlebih dahulu mengubah dunia di dalam kita.

3. Berbalik dari Jalan yang Salah. Kemudian ada satu bagian yang sangat penting: “...berbalik dari jalan-jalannya yang jahat.” Inilah pertobatan. Pertobatan bukan hanya merasa bersalah atau berkata, “Maaf Tuhan.” Pertobatan berarti berbalik arah. Kalau selama ini kita mudah marah, kita belajar menjadi sabar. Kalau kita menyimpan kepahitan, kita memilih mengampuni. Kalau perkataan kita sering melukai, kita mulai memakai perkataan untuk membangun. Kalau kita mengetahui sesuatu tidak berkenan kepada Tuhan, kita tidak hanya mengakuinya, kita mengambil keputusan untuk meninggalkannya.

Perubahan masyarakat tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat dimulai dari satu hati yang bertobat, satu keluarga yang kembali kepada Tuhan, satu wanita yang memilih hidup dalam kebenaran. Dan Tuhan memberikan janji yang indah: “Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.”

Mungkin kita tidak mampu menyembuhkan seluruh penyakit masyarakat dengan kekuatan kita sendiri. Tetapi kita dapat memulai dari tempat di mana Tuhan menempatkan kita. Mulai dari hati kita. Kemudian rumah kita. Kemudian komunitas kita. Biarlah orang melihat Kristus melalui cara kita berbicara, mengampuni, mengasihi, bekerja, membesarkan anak, memperlakukan sesama, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Mari kita berdoa:

Tuhan, terima kasih untuk kesabaranMu kepada kami semua. Saat ini kami mau bertobat dan berbalik dari semua jalan yang salah. Tuhan, mulailah dari saya.  Saya mau berbalik dari ego kepada kerendahan hati. Saya mau berbalik dari kepahitan kepada pengampunan.  Saya mau berbalik dari dosa kepada kekudusan. Saya mau berbalik dari kesibukan menjadi kerinduan kepada Tuhan. Amen. 

Have a blessed week, Ibu-ibu terkasih. Tuhan Yesus memberkati.


03-AUGUST 2026 | VOL. 100

Etos Kerja Kristen

BEKERJA UNTUK TUHAN
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”  Kolose 3:23

Banyak orang menganggap pekerjaan hanyalah sarana untuk memperoleh penghasilan. Namun, Firman Tuhan mengajarkan bahwa bagi orang percaya, pekerjaan adalah panggilan dan bentuk penyembahan kepada Allah. Bahasa ibraninya adalah Avoda yang artinya kerja, menyembah dan melayani.

Etos kerja Kristen bukan diukur dari jabatan, gaji, atau pengakuan orang lain, tetapi dari sikap hati.  Ketika kita bekerja dengan tekun, jujur, bertanggung jawab, dan penuh kasih, kita sedang memuliakan Tuhan melalui pekerjaan kita.

Alkitab memberi teladan melalui Yusuf. Dimulai dari mimpi yang tidak Yusuf mengerti dan dia hanya menceritakan apa adanya. Mimpi adalah bentuk cerita atau sesuatu yang dilihat dalam keadaan tidak sadar. Tidak tahu apa akan terjadi atau sekedar "bunga tidur", kata orang.

Bagi Yusuf, diperlukan waktu yang cukup lama agar keluarganya memahami bahwa mimpi tersebut nyata. Namun, yang terpenting adalah sikap Yusuf. Baik dimanapun dan dalam keadaan apa pun yang dia hadapi, Yusuf tetap lakukan etos kerja yang "top markotop". Yusuf menjadi the top best employee, to the second top best leader dalam kepemimpinan Firaun.

Meskipun dijual sebagai budak dan dipenjara tanpa kesalahan, Yusuf tetap bekerja dengan setia dan memberikan yang terbaik. Ia tidak membiarkan keadaan menentukan kualitas kerjanya. Karena kesetiaannya, Tuhan meninggikan Yusuf menjadi pemimpin di Mesir (Kejadian 39–41). Hasil etos kerja Yusuf menyelamatkan manusia melewati masa 7 tahun  kekeringan.

Perenungan buat kita:

Apakah etos kerja kita selama ini bisa menjadi berkat bagi banyak orang di musim kekeringan yang panjang? Ini membuktikan kita kerja untuk Tuhan bukan manusia. Tuhan memiliki rencana jangka panjang yang tidak terbatas oleh waktu. Hanya bagaimana kita taat dalam proses Tuhan, sehingga menghasilkan buah yang lebat. Setiap tugas yang kita lakukan memiliki NILAI KEKAL ketika dilakukan untuk Tuhan. Bahkan pekerjaan/perbuatan yang tidak terlihat oleh manusia pun dilihat oleh Allah.

Roma 2:6 - "Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.."

2 Korintus 5:10 - "Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat."

Wahyu 12 mencatat "Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab… orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu."

Tiga Prinsip Etos Kerja Kristen:

  1. Bekerja dengan Sepenuh Hati. Jangan bekerja asal selesai, tetapi berikan yang terbaik sebagai persembahan kepada Tuhan.

  2. Bekerja dengan Integritas. “Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya.” (Amsal 10:9). Integritas adalah melakukan yang benar, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

  3. Bekerja dengan Rajin dan Tekun. “Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri.” (Amsal 22:29). Kerajinan membuka kesempatan, tetapi Tuhanlah yang mengangkat pada waktu-Nya.

Marilah kita jadi teladan bagi anak-anak dan generasi berikutnya melalui etos kerja yang berpusat pada Kristus. Juga ingatlah bahwa kesetiaan dalam perkara kecil mempersiapkan kita untuk perkara yang lebih besar. 

Builders save; beggars waste. Orang yang membangun akan menabung dan mengelola dengan bijaksana; orang yang hanya meminta-minta tanpa tanggung jawab cenderung menyia-nyiakan.

Tuhan Yesus memberkati.