13-APR 2026 | VOL.85

Mengalahkan Siasat Iblis

Shalom ibu-ibu terkasih, wanita paling berharga, pilihan Allah yang Maha Perkasa, senang sekali minggu ini kita berjumpa dalam renungan manna dimana kita akan membahas bagaimana untuk mengalahkan siasat iblis. 

Yesus saja dicobai di padang gurun, apalagi kita harus benar-benar waspada, hidup kudus, berjaga-jaga dan berdoa.

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” - 1 Petrus 5:8

Kita harus kuat berdiri teguh dengan Firman Tuhan dan iman yang tidak tergoncangkan untuk melawan iblis dan menang, itu perlu keberanian. Saya berdoa ibu-ibu semua kuat di dalam Tuhan, amin!

1. Kenali musuh kita, siapa lawan kita.

Efesus 6:12 - “Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”

Kita berperang bukan melawan darah dan daging, bukan manusianya tetapi roh-rohnya, kita rebut jiwanya untuk Tuhan. 

Pengalaman saya pribadi, puji nama Tuhan saya diberikan kepekaan untuk membedakan roh. Awalnya saya lari, sampai akhirnya Roh Kudus ajar saya untuk berhadapan muka dengan muka dengan seseorang, tetapi yang saya lihat adalah roh jahat yang menunggangi orang tersebut.

Yakobus 4:7 - "Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu!"

Kenapa iblis bisa lari? Karena Roh yang ada di dalam orang percaya (Roh Kudus) lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia (1 Yohanes 4:4).

Jadi saya belajar hadapi, berdiri di atas kebenaran dan menjadi kuat di dalam kuasa Roh Kudus. Puji Tuhan akhirnya saya menang dan orang tersebut sekarang boleh berlari dalam panggilannya, sesuai dengan kehendak Allah. Puji nama Tuhan!

2. Mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah (Efesus 6:11-18).

Kunci kemenangan yang terutama adalah tunduk kepada Allah, menggunakan Firman Tuhan, hidup dalam doa, dan mengandalkan kuasa Roh Kudus untuk melawan tipu daya kegelapan.

Ketaatan dan penundukan kepada Allah adalah dasar perlawanan kepada iblis. Kita harus tahu kehendak Allah yang baik, yang berkenan dan yang sempurna.

Perlengkapan Senjata Allah:

  • Ikat Pinggang Kebenaran

  • Baju Zirah Keadilan

  • Kasut Kerelaan memberitakan Injil damai sejahtera, yaitu kesediaan untuk memberitakan Injil (2 Timotius 4:2).

  • Perisai Iman, untuk memadamkan panah api dari si jahat.

  • Ketopong Keselamatan, yaitu mengingat kepastian keselamatan dalam Kristus

  • Pedang Roh, yaitu menggunakan Firman Tuhan untuk perlawanan.

  • Hidup dalam Doa dan Roh Kudus. Berdoa setiap waktu di dalam Roh (Efesus 6:18) membantu orang percaya tetap waspada dan kuat.

Menolak Tipu Daya Iblis.

Iblis sering menggunakan uang, ketidakjujuran, dan pikiran yang dibutakan (2 Korintus 4:3). Kemenangan Kristus Yesus telah mengalahkan iblis di kayu salib (Kolose 2:15). Orang percaya menang karena kuasa Yesus. Amin.

Mari ibu-ibu terkasih, kita bersatu dalam doa:

Bapa kami bersatu hati dengan tali kasih-Mu yang mengikat setiap kami. Berikan kami kekuatan dalam mengiring Engkau, teguhkan hati ibu-ibu semua untuk taat dan tunduk kepada-Mu. Berikan kami ketekunan untuk menjadi pilar-pilar Kristus, dan kami patahkan semua siasat iblis di dalam nama Tuhan Yesus. Perkuat kepekaan kami untuk waspada dan melawan iblis dengan iman yang teguh. Terima kasih Bapa, dimanapun ibu-ibu ditempatkan di kota masing-masing, kami boleh menjadi garam dan memancarkan terang-Mu yang ajaib. Di dalam nama Tuhan Yesus, semua yang percaya katakan amin.


06-APR 2026 | VOL.84

No Cross - No Crown

Di dunia saat ini, banyak orang ingin mahkota tanpa pikul salib. Kita ingin kemuliaan tanpa penderitaan, ingin kemenangan tanpa proses. Mendapatkan promosi tanpa ketaatan. Tetapi Kerajaan Allah memiliki pola yang berbeda, No Cross No Crown.

“Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah – yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.”  ‭‭Ibrani‬ ‭2‬:‭10‬ ‭TB‬‬

1. Dia Berjanji Akan Ada Mahkota 

2 Timotius 2:12 “Jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia.”

Yakobus 1:12 “Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”

Allah tidak pernah lalai, Dia memberi upah atas kesetiaan umat-Nya.  Ada mahkota yang disediakan bagi orang percaya:

  • Mahkota Kehidupan → bagi yang bertahan dalam pencobaan

  • Mahkota Kebenaran → bagi yang merindukan kedatangan-Nya (2 Timotius 4:8)

  • Mahkota Kemuliaan → bagi gembala yang setia (1 Petrus 5:4)

Tetapi ada kebenaran yang sering tidak disukai: Mahkota tidak diberikan di awal, melainkan setelah ketekunan.

2. Upah Diberikan Setelah Ketekunan

“jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;” ‭‭2 Timotius‬ ‭2‬:‭12‬ ‭TB‬‬

Ketekunan bersifat aktif, tetap setia di saat sulit, tetap percaya saat doa belum dijawab, tetap berdiri teguh saat hidup digoncang. Ketekunan akan mengampuni saat disakiti, akan tetap menyembah dalam kesakitan, akan taat walaupun harus membayar harga. 

“Semua orang bisa memulai, tetapi tidak semua orang menyelesaikan.”

Berkat datang bukan karena kita menghindari pencobaan, tetapi karena kita melewati pencobaan dengan iman. 

Yesus berkata: “Pikul salibmu setiap hari…”

Memilih berintegritas saat lebih mudah berkompromi, tetap percaya di tengah ketidakpastian, melepaskan kendali dan percaya Tuhan, mengasihi orang yang menyakiti kita. Salib adalah tempat kehendak kita mati, supaya kehendak Tuhan hidup.

Jangan berhenti di tengah perjalanan mengerjakan salibmu, karena salib bukan akhir hidupmu, rasa sakitmu tidak sia-sia, proses berjalan akan  sesuatu yang kekal.

Katakan dengan iman, “Jika aku bertekun, aku akan memerintah bersama Dia.”

Selamat Paskah!