Pengalaman lahir baru dan kepenuhan Roh Kudus saya tahun 1993, saat teman di kampus mengajak pergi ke ibadah ditengah minggu dalam 10 hari sebelum Pantekosta adalah momentum perubahan total dari pribadi yang terhilang dan hancur.
Doa berbahasa Roh yang bertalu-talu siang dan malam membuahkan saya alami hal-hal Supranatural yang membuat saya terheran-heran akan karya Tuhan telah merubah karakter dan sikap saya. Saya menjadi haus dan cinta akan firmanNya walaupun belum mengerti.
Saya tak pernah lupa berkata pada Dia, “Tuhan, jangan lepaskan saya, pegang tanganku kalau tidak aku pasti mati.” Itulah doa desperate saya. Hanya mau Tuhan! Nothing else matters.
Sehancur apapun yang kita alami, Tuhan sanggup ubahkan melalui Roh KudusNya dalam kita, karena firman Tuhan tidak pernah gagal!
Yesaya 44:3 - "Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku ke atas anak cucumu."

Kehidupan yang kering dan tandus menggambarkan perjalanan hidup kita di dunia membuat hati yang kering dan jiwa yang lelah karena kehidupan yang kosong, masa suilit, harapan sepertinya hilang, tekanan, tersesat tanpa arah dan tujuan.
Janji Tuhan mencurahkan RohNya bahkan sampai ke anak cucu kita adalah JAWABAN dan JAMINAN untuk kita hidup tidak tergantung dengan kondisi dunia yang terus berubah.
Tuhan Yesus juga menggenapi pribadi Roh Kudus sangat nyata dalam pekerjaanNya. Yohanes sendiri melihat Roh turun dari langit seperti merpati dan Ia tinggal di atas Tuhan Yesus.
Firman Tuhan dengan gamblang menceritakan perbedaan yang dialami murid-murid Tuhan Yesus sebelum dan sesudah dipenuhi Roh Kudus.
Setelah Tuhan Yesus membuat mujizat memberi makan ribuan orang dengan lima roti dan dua ikan sampai puas, banyak orang mengikutiNya. Sayangnya hanya sampai Tuhan mengajarkan bukan mujizat yang memuaskan mereka tapi tubuh dan darahNya yang memberi hidup yang sesungguhNya.
Ternyata murid-muridNya berkata dengan bersungut-sungut, “Ini ajaran yang sulit." / "Hard teaching.”
Tuhan bertanya, "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?” Saat itu juga, banyak murid-muridNya mengundurkan diri.
Yohanes 6:63 - "Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup."
Pencurahan Roh Kudus mengubahkan murid-murid Tuhan yang tadinya sudah undur dan gagal tapi dalam Kisah Para Rasul membuktikan mereka menjadi berani dan pergi memberitakan Injil dan mengadakan mujizat2x dimana-mana..

Sekarang saya jauh lebih rindu lagi akan lawatan Roh Kudus saat melayani jiwa jiwa yang terhilang, diikat oleh dosa, terintimidasi dengan wandering thoughts, gelisah yang mencuri resting time, losing hope, faith / harapan hilang, rasa tidak ada pegangan hidup, broken relationship, sakit penyakit dan loneliness.
Pimpinlah kami Roh Kudus supaya kuasaMu nyata memerdekakan dan melepaskan dari kubu-kubu yang mengeraskan hati jiwa-jiwa, didalam nama Tuhan Yesus! Amin.
Tuhan Yesus memberkati.

Seorang pendeta prihatin karena melihat jemaatnya yang biasanya rutin hadir kebaktian tidak lagi tampak di Gereja. Setelah beberapa minggu, sang pendeta itu memutuskan untuk mengunjunginya. Ketika sampai di rumah pria tersebut, sang pendeta mendapati dia sedang duduk sendirian di depan perapian. Lalu sang pendeta menyeret sebuah kursi dan duduk di sampingnya. Namun, pria itu hanya mengangguk kepada sang pendeta, tanpa bicara sepatah kata pun.
Kedua orang itu duduk berdiam diri selama beberapa saat. Sementara sang pendeta memandangi nyala api di perapian. ia lalu mengambil penjepit bara dan dengan hati-hati mengambil sepotong bara, menjauhkannya dari dalam api yang menyala.
Pendeta itu kemudian duduk kembali sambil tetap berdiam diri. Pria itu termenung memandangi nyala bara api yang disingkirkan mulai meredup dengan perlahan. Tak lama kemudian, bara itu pun padam dan menjadi dingin. Sang pendeta melihat jamnya dan pamit pulang.
Namun sebelum pulang, ia mengambil bara api yang sudah dingin itu, lalu menaruhnya kembali ke dalam nyala api. Dengan segera bara itu menyala kembali karena cahaya dan kehangatan yang dipancarkan bara-bara di sekelilingnya.
Saat sang pendeta bangkit untuk pergi, pria itu pun berdiri dan menjabat tangannya. Kemudian, sambil tersenyum ia berkata, "Terima kasih atas khotbahnya, Pak Pendeta. Sampai jumpa besok Minggu di gereja."
Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan - pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." Ibrani 10:24-25

1. Tuhan berfirman dalam Firman-Nya bahwa kita seharusnya menghadiri gereja secara teratur.
Tuhan memerintahkan kita dalam Firman-Nya untuk "jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita." Ibrani 10:25. Alkitab bahkan menyebut Gereja sebagai "Mempelai Kristus." Jika Anda mengasihi Yesus, Anda akan mengasihi hal-hal yang Dia kasihi; dan tidak ada seorang pun yang lebih dikasihi oleh seorang pria yang baik selain mempelainya. Tuhan tidak memanggil kita untuk berkumpul dan beribadah demi membebani kita, melainkan demi memberkati kita. Menghadiri gereja dapat menjadi salah satu berkat terbesar dalam kehidupan Anda dan keluarga Anda!
2. Menyembah bersama-sama di gereja adalah hal yang penuh kuasa.
"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Matius 18:20. Jadi, Yesus tidak hanya hidup di dalam diri kita melalui Roh-Nya, tetapi Dia juga hadir di "tengah-tengah" kita ketika kita berkumpul untuk menyembah-Nya.
3. Kita membutuhkan komunitas Kristen yang ditemukan di dalam gereja.
Melalui kebersamaan dalam menjalani kehidupan, saling menyemangati, dan terlibat secara tulus dalam kehidupan satu sama lain, ada sesuatu di dalam diri kita yang menjadi terpenuhi. Tayangan televisi Kristen, podcast, buku-buku, dan konferensi merupakan pelengkap yang indah bagi kehidupan rohani kita; namun, tidak ada satu pun yang dapat menggantikan peran komunitas Kristen yang konsisten melalui gereja lokal.

4. Kita bertumbuh secara rohani jauh lebih pesat ketika kita berkumpul bersama di gereja, dibandingkan saat kita hanya seorang diri.
Segala sesuatunya bisa menjadi rumit ketika kita terlibat dalam kehidupan satu sama lain. Kita semua adalah manusia, dan tidak ada seorang pun yang sempurna. Oleh karena itu, dibutuhkan usaha, kesengajaan, dan kasih karunia dari Tuhan untuk menjalani hidup bersama-sama—bahkan di antara sesama orang percaya sekalipun.
Berkumpul secara teratur dengan sesama orang percaya menjadi sebuah proses pemurnian, di mana kita saling membantu, saling mendoakan, dan saling menyemangati agar semakin rindu untuk mengikuti Kristus dengan segenap hati. Sungguh, ini adalah hal yang sangat indah.
Jangan biarkan berbagai alasan menghalangi apa yang Anda tahu sedang Tuhan panggil untuk Anda lakukan. Tuhan akan menguatkan Anda dan memperlengkapi Anda untuk melakukan apa yang telah Ia panggil untuk Anda kerjakan.
Saya mendoakan Anda—jika Anda pernah mengalami luka batin akibat perlakuan para pemimpin atau sesama anggota gereja di masa lalu—kiranya Tuhan mendatangkan kesembuhan dan kasih karunia bagi Anda, seraya Anda berupaya untuk mengikuti-Nya dan mengasihi Gereja-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” - Galatia 5:22-23
Secara biologi, buah adalah sesuatu yang dihasilkan oleh sebuah pohon sebagai bagian dari proses pertumbuhan. Semua buah secara alamiah mengandung benih dari pohonnya. Di dalam Alkitab, hidup orang percaya beberapa kali digambarkan seperti sebuah pohon (Mazmur 1:1-3), artinya sesuatu yang ditanam kemudian bertumbuh dan akhirnya menghasilkan buah. Dalam hal ini, buah adalah sesuatu yang keluar dari hidup orang percaya setelah menerima pertumbuhan dari Roh Kudus, yang kemudian dinikmati oleh orang lain sehingga orang tersebut pada akhirnya juga bisa mengalami kehidupan yang sama.

Seseorang ketika lahir baru dan mempunyai iman percaya kepada Yesus sebagai sang juru selamat, maka orang itu akan mengalami transformasi dalam hidupnya. Perubahan dari arah suka akan dosa, tahap demi tahap, berubah menjadi cinta akan kebenaran. Transformasi tersebut dikerjakan oleh Roh Kudus yang ada di dalam setiap orang percaya. Roh Kudus merupakan pribadi Allah. Dalam Bahasa Yunani, Roh Kudus juga dikenal sebagai ‘Parakletos’ yang artinya “seorang yang dipanggil atau diutus untuk menolong orang lain, “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” - Yohanes 14:26
Roh Kudus adalah pribadi Allah yang memiliki pikiran, perasaan dan kehendak. Jika kita ijinkan Roh Kudus bekerja dengan leluasa, maka Dia akan bekerja keluar dengan memberikan karunia-karunia Roh untuk melayani, dan ke dalam dengan memanifestasikan sifat-sifat dari Allah melalui perilaku kehidupan orang percaya. Manifestasi Roh tersebut kita sebut dengan Buah Roh (Galatia 5:22-23). Buah Roh bukan sifat alamiah tetapi karakter orang percaya yang diperbaharui karena melekat pada Kristus (Yohanes 15:5) dan ini merupakan tanda kedewasaan rohani. Jadi buah roh itu adalah bukti dari hasil kerja Roh Kudus yang dapat kita lihat dari kehidupan seorang percaya.

Pada saat yang sama buah Roh juga merupakan standar karakter yang bisa dipakai oleh orang Kristen dalam mengukur perjalanan kedewasaan rohaninya. Munculnya karakter ini tidak terjadi secara instan tetapi melalui sebuah proses. Sama seperti buah pada sebuah pohon, tidak akan langsung muncul dalam kondisi matang, tetapi bagi seseorang yang sudah menerima Roh Kudus yang tinggal di dalam hidupnya sejak ia lahir baru (Efesus 1:13-14), yang semakin lama semakin serupa dengan Kristus. “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. “ - Korintus 3:18. Bukan dengan kuat dan hebat kita, namun karena Roh Kudus yang akan menolong dan memampukan kita untuk memiliki karakter Kristus dan kedewasaan Rohani yang semakin hari semakin Nampak sehingga kita dapat memuliakan Tuhan dan jadi saksiNya.
Tuhan Yesus memberkati.

Banyak orang Kristen mengenal kisah perjumpaan antara Yesus dan perempuan Samaria pada saat Ia beristirahat di sumur Yakub. Ketika itu Yesus dalam perjalanan dari Yudea ke Galilea, yang mana Ia harus melewati daerah Samaria. Dalam dialog tentang tempat penyembahan, Yesus mengucapkan kalimat, yang mungkin tidak semua orang dapat menjelaskan apa yang dimaksud oleh Yesus ketika Ia berkata, “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” Yohanes 4:23.

Allah adalah roh, tidak dibatasi waktu dan tempat. Dia maha hadir (omnipresent), karenanya tidak menuntut kita berkiblat pada satu lokasi. Ini menunjukkan bahwa kita yang adalah anak-anakNya dapat menyembah Allah dimana saja dan kapan saja, mengingat Tuhan kita Yang Maha Hadir. Kondisi manusia bisa dilihat dari dua dimensi, manusia batiniah dan manusia badaniah. Maka penyembahan kepadaNya harus selaras dengan keberadaan Allah yang adalah roh disatu pihak, dan kebenaran yang merupakan kharakter abadiNya. Kata menyembah dalam roh pada umumnya dipahami sebagai pemujaan yang tulus dan sepenuh hati, dan dengan kerendahan hati yang dipimpin oleh Roh Kudus. Ini melibatkan hati, perasaan, pikiran, dan seluruh keberadaan kita, tidak tergantung pada ritual eksternal ataupun lokasi tertentu. Menyembah dalam roh membutuhkan kelahiran kembali, di mana Roh Kudus memungkinkan orang percaya untuk terhubung dengan Tuhan. Kelahiran kembali ditandai dengan mematikan kedagingan kita.
Menyembah dalam roh tidak dapat dipisahkan dari menyembah dalam kebenaran. Penyembahan yang demikian melibatkan kondisi badaniah manusia. Untuk itu kita perlu mengenal Allah dengan benar dan hidup dengan benar di hadapanNya. Pengenalan yang benar diperoleh dari pembacaan Firman secara rutin setiap hari, merenungkan, menggali FirmanNya. FirmanNya yang memberikan pencerahan tentang siapa Tuhan dan juga akan maksud Tuhan untuk setiap orang percaya. FirmanNya merupakan warisan abadi yang lebih mahal nilainya dari harta duniawi manapun, dan tidak tergantikan oleh apapun. Firman Tuhan yang secara rutin direnungkan akan menjadi makanan yang menyehatkan roh dan yang memberi kekuatan untuk menyalibkan kedagingan kita. Kesegaran jiwani inilah yang memapukan untuk menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran.

Umat tebusan Allah telah dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dengan kehadiranNya di hati mereka telah menjadi bukti kepemilikan Allah atas hidup orang percaya. Roh Kuduslah yang akan menolong anak-anakNya untuk dapat menyembah dengan benar, memuja dengan tulus dan mengerjakan panggilannya dengan sepenuh hati. Adalah tanggung jawab setiap orang beriman untuk belajar menyembah yang didasari atas cinta kasih kepada Bapa, yang melalui Yesus Kristus sudah lebih dahulu menunjukkan cintaNya yang luar biasa.
Penyembahan adalah bagian dari ibadah. Hidup harus juga mendemonstrasikan ibadah, sebagaimana pimpinan Roh Kudus, yang membawa kepada ketaatan yang berkesinambungan. Kiranya penyembahan setiap orang percaya menjadi dupa yang harum dan semakin berkenan dihati Tuhan sampai semua masuk ke tempat kudusNya.
Tuhan Yesus memberkati.

